ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA CIRCUIT BREAKER AKIBAT DISTORSI HARMONIK DAN NON HARMONIK

Muhammad Helmi

Abstract


Abstrak: Penyebab harmonik menurut standard IEEE 519-1992 terdiri dari beban elektronika daya, seperti converter, inverter, rectifier, transformator dan motor-motor listrik. Total Harmonic Distortion (THD) merupakan nilai prosentase antara total komponen harmonisa dengan komponen fundamentalnya. Semakin besar prosentase THD menyebabkan semakin besarnya resiko kerusakan peralatan akibat harmonisa yang terjadi pada arus maupun tegangan. Berdasarkan karakteristik circuit breaker tidak akan trip pada batas arus nominalnya, melainkan melebihi batas yang telah ditentukan sebesar In (rated current) ke ind(no tripping current) yang merupakan proses bimetalnya bekerja (mulai panas) sampai dengan id (tripping current) pada waktu yang telah ditentukan. Dari hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan dari arus beban 2 A : VTHD tertinggi 1,71% ; serta daya hilang akibat distorsi rata-rata 2,35 VA (0,52%). Arus beban 4 A : VTHD tertinggi 1,6% serta daya yang hilang 2,47 VA (0,28%). Arus beban 6 A : VTHD tertinggi 1,6%, daya yang hilang akibat distorsi rata-rata 3,32 VA (0,25%). Kualitas jenis produk juga akan berpengaruh kinerja circuit breaker, dari hasil pengujian circuit breaker 6 A diberi beban linier 7,5 A waktu trip produk I (31,5 menit), II (57,35 menit), III (53,75 menit). Saat diberi beban non linier 7,5 A waktu trip lebih cepat dimana produk I (25,38 menit) produk II (43,72 menit) dan produk III (43,53 menit).
Kata kunci: Listrik, Linier, Harmonik, Karakteristik, Circuit breaker.


Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.52333%2Fdestek.v4i1.261

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

p.ISSN:2303-212X

e.ISSN:2503-5398